Kidang Kencana dalam Bahasa Jawa

Teks cerita wayang Ramayana lakon Kidang Kencana

Kidang Kencana

Kidang Kencana Ramayana

Kocap kacarita, sajroning lelana sawise nglakoni paukuman buwang limalas taun Rama, Sinta, lan Lesmana tekan ing tengah alas. Nalika tetelune isih ngaso, Sinta kaget amarga mirsani sesawangan sing edi peni. Ana kewan kidang kang merak ati, rupane ayu, polahe trengginas, lan kulite awarna mas. Kidang mlayu mrana-mrene mlumpat-mlumpat nggodha ati. Sinta kepencut, pingin kagungan kidang kang endah iku. Mula kanthi temen, Sinta nyuwun marang Rama supaya nyekel kidang kencana iku kanggo dheweke. Rama tresna banget marang garwane, mula kanthi bombonging ati dheweke ngleksanakake panyuwune Sinta. Continue reading Kidang Kencana dalam Bahasa Jawa

Struktur teks eksposisi dan penjelasanya

Devinisi Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah suatu teks yang berfungsi untuk memaparkan dan menjelaskan suatu informasi. Tujuan tersebut dapat dengan mudah kita pahami berdasarkan kata bahasa Inggrisnya, yaitu expose yang berarti ‘menyingkap’ atau ‘membongkar’. Teks eksposisi dapat berisi satu topik (permasalahan) tertentu. Topik yang berisi permasalahan tersebut lalu dikaji berdasarkan sudut pandang penulis. Di sini tugas penulis adalah berusaha membuktikan, mengevaluasi, atau mengklarifikasi permasalahan tersebut. Continue reading Struktur teks eksposisi dan penjelasanya

Tembang Macapat

Tembang macapat yaitu salah satu tembang yang berkembang di daerah Jawa yang mempunyai beberapa aturan. Aturan-aturan tembang macapat ada tiga jenis, yaitu guru lagu, guru gatra, lan guru wilangan. Menurut Padmosoekotjo (1953:13) guru yaiku uger-uger, wewaton, paugeran, pathokan.

Asal kata tembang macapat yaitu kalau membaca empat-empat ( yen macane papat-papat ). yang dimaksud yaitu setiap membaca empat suku kata. Menurut Widada, dkk (2011:449) macapat tegese tembang sing kalumrah ing layang-layang anyar. Tembang macapat minangka asil saka kasusastran periodhe sastra Jawa gagrag anyar.

Tembang Macapat memuat 13 Pupuh Continue reading Tembang Macapat

Rumah Adat Riau Sumatera ( Selaso Jatuh Kembar )

Rumah Adat Riau Sumatera ( Selaso Jatuh Kembar )

Asal Usul dan Penjelasan Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar dari Riau Sumatera

Rumah tradisional masyarakat Riau pada umumnya adalah rumah panggung yang berdiri diatas tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Dari beberapa bentuk rumah ini hampir serupa, baik tangga, pintu, dinding, susunan ruangannya sama, dan memiliki ukiran melayu seperti selembayung, lebah bergayut, pucuk rebung dll. Selaso jatuh kembar sendiri bermakna rumah yang memiliki dua selasar (selaso, salaso) yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah. Continue reading Rumah Adat Riau Sumatera ( Selaso Jatuh Kembar )

Gancaran Tembang Sinom

Pakubuwana ivSerat Wulangreh pupuh Sinom

Pada.1

Ambege kang wus utama
Tan nggendhak gunaning janmi
Amiguna ing aguna,
Sasolahe kudu bathi,
Pintere den alingi,
Bodhone dinokok ngayun,
Pamrihe den inaa,
Ajana ngarani bangkit,
Suka lila denira sapadha-padha

Gancaran
Perilaku orang yang telah mencapai tataran sempurna tidak akan membatasi atau mencela kepandaian orang lain, kepandaiannya disembunyikan sedangkan kebodohannya ditampilkan agar dihina, jangan sampai ada yang menyebutnya pandai, ia merasa bahagia jika ada yang menghinanya Continue reading Gancaran Tembang Sinom

Antara Aku dan Dia

Sasha, anak pengusaha kaya di Metro Lampung, lari dari rumah karena dipaksa menikah.

Sultan, anak pegawai ayah Sasha yang berniat membunuh ayah gadis itu, terpaksa kabur karena akan dibunuh.

Karena suatu hal, mereka kabur bersama ke Jakarta.

Tanpa terduga mereka terdampar di sisi gelap kehidupan metropolitan. Mereka berdua terjebak dan saling tergantung untuk bertahan hidup. Karena tiadanya uang, mereka terpaksa tinggal bersama dan mengaku sebagai kakak-adik, walau sebenarnya saling membenci. Continue reading Antara Aku dan Dia

Serat Wulangreh Pupuh Sinom

Serat wulangreh pupuh sinom
Dening : Sri Susuhunan Pakubuwono IV

Pada 1
Ambeke kang wus utama,
tan ngendhak gunaning jalmi,
amiguna ing aguna,
sasolahe kudu bathi,
pintere den alingi,
bodhone didokok ngayun,
pamrihe den inaa,
mring padha padhaning jalmi,
suka bungah den ina sapadha-padha.
Pada 2
Ingsun uga tan mangkana,
baliku kang sun alingi,
kabisan sun dokok ngarsa,
isin   menek den arani,
balilune   angluwihi,
nanging tenanipun   cubluk,
suprandene jroning tyas,
lumaku ingaran wasis,
tanpa ngrasa prandene sugih carita. Continue reading Serat Wulangreh Pupuh Sinom

Pengertian Topologi Bus

bus-topologyTopologi Bus adalah sebuah topologi yang media transmisinya menggunakan kabel tunggal atau kabel pusat  tempat yang menghubungkan client dan server. Topologi bus ini memakai kabel BNC dan di bagian kedua ujungnya harus diberi terminator. Sebenarnya Topologi ini cukup sederhana serta mudah ditangani, tetapi saat ini telah banyak ditinggalkan dikarenakan padatnya lalulintas data dan jika terdapat satu node yang rusak maka seluruh jaringan tidak bisa berfungsi. Continue reading Pengertian Topologi Bus

Susunan Teks Eksplanasi Peristiwa Alam Pelangi

pelangiMateri Bahasa Indonesia kelas VII mengurutkan teks eksplanasi peristiwa alam pelangi.

Berikut ini adalah susunan teks eksplanasi Peristiwa Alam Pelangi

Struktur Teks Paragraf
Pernyataan Umum (2) Pelangi merupakan suatu busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi juga dianggap sebagai gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. (4) Pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang jelas.
Deretan penjelasan (5) Pelangi dan efek cahaya lain di langit di sebabkan oleh cahaya yang membias dan menyimpang menjauhi partikel. Saat matahari terbenam, langit menjadi merah karena sinar matahari lewat melalui atmosfer yang jauh lebih tebal daripada ketika matahari berada tinggi di langit pada siang hari. (7) Pada mulanya cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan, kemudian di belokkan atau dibiaskan menuju tengah tetes hujan sehingga memisahkan cahaya putih menjadi warna spektrum. (3) Setelah itu, warna-warna yang terpisah ini memantul di belakang tetes hujan dan memisah lebih banyak lagi saat meninggalkannya. Akibatnya, cahaya tampak melengkung menjadi kurva warna yang disebut pelangi. (8) Cahaya dengan panjang gelombang terpendek seperti ungu, terdapat di bagian kurva dan yang memiliki panjang gelombang terpanjang seperti merah terdapat pada bagian luar.
Interpretasi (9) Pelangi tidak akan tampak pada malam hari atau ketika cuaca mendung. Hal itu terjadi karena pelangi merupakan hasil dari pembiasan cahaya. (6) Pelangi hanya dapat di lihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. (1) Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

Untuk menyusun teks peristiwa alam pelangi diatas jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! Continue reading Susunan Teks Eksplanasi Peristiwa Alam Pelangi

Arti Kliping dan Cara Membuat Kliping

majalahKliping merupakan guntingan atau potongan dari surat kabar (koran), majalah atau artikel lain yang dianggap penting kemudian disusun dalam sistem tertentu dalam suatu bidang untuk didokumentasikan.

Untuk membuat kliping, terdapat beberapa hal agar kliping yang terbuat nantinya tidak terkesan asal-asalan. diantaranya adalah sumber artikel yang memuat nama (majalah, koran atau artikel yang memuatnya) tanggal bulan dan tahun terbit halaman artikel yang dimuat.

Hal ini karena kliping juga bisa dinilai sebagai sebuah karya seni, sehingga semakin baik pembuatannya, maka semakin enak pula ketika dibaca atau dipandang. Continue reading Arti Kliping dan Cara Membuat Kliping

http://onlinecasino-games.com