Tembang Macapat

Tembang macapat yaitu salah satu tembang yang berkembang di daerah Jawa yang mempunyai beberapa aturan. Aturan-aturan tembang macapat ada tiga jenis, yaitu guru lagu, guru gatra, lan guru wilangan. Menurut Padmosoekotjo (1953:13) guru yaiku uger-uger, wewaton, paugeran, pathokan.

Asal kata tembang macapat yaitu kalau membaca empat-empat ( yen macane papat-papat ). yang dimaksud yaitu setiap membaca empat suku kata. Menurut Widada, dkk (2011:449) macapat tegese tembang sing kalumrah ing layang-layang anyar. Tembang macapat minangka asil saka kasusastran periodhe sastra Jawa gagrag anyar.

Tembang Macapat memuat 13 Pupuh Continue reading Tembang Macapat

Rumah Adat Riau Sumatera ( Selaso Jatuh Kembar )

Rumah Adat Riau Sumatera ( Selaso Jatuh Kembar )

Asal Usul dan Penjelasan Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar dari Riau Sumatera

Rumah tradisional masyarakat Riau pada umumnya adalah rumah panggung yang berdiri diatas tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Dari beberapa bentuk rumah ini hampir serupa, baik tangga, pintu, dinding, susunan ruangannya sama, dan memiliki ukiran melayu seperti selembayung, lebah bergayut, pucuk rebung dll. Selaso jatuh kembar sendiri bermakna rumah yang memiliki dua selasar (selaso, salaso) yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah. Continue reading Rumah Adat Riau Sumatera ( Selaso Jatuh Kembar )

Gancaran Tembang Sinom

Pakubuwana ivSerat Wulangreh pupuh Sinom

Pada.1

Ambege kang wus utama
Tan nggendhak gunaning janmi
Amiguna ing aguna,
Sasolahe kudu bathi,
Pintere den alingi,
Bodhone dinokok ngayun,
Pamrihe den inaa,
Ajana ngarani bangkit,
Suka lila denira sapadha-padha

Gancaran
Perilaku orang yang telah mencapai tataran sempurna tidak akan membatasi atau mencela kepandaian orang lain, kepandaiannya disembunyikan sedangkan kebodohannya ditampilkan agar dihina, jangan sampai ada yang menyebutnya pandai, ia merasa bahagia jika ada yang menghinanya Continue reading Gancaran Tembang Sinom