Pengertian Tokoh dan Penokohan

Pengertian tokoh utama, pengertian tokoh antagonis, pengertian tokoh protagonis, pengertian tokoh flat, pengertian tokoh round dan pengertian tokoh pembantu bisa Anda baca artikel di bawah ini.

pengertian penokohan

1. Tokoh Utama

  • Tokoh utama adalah tokoh yang dinamis sehingga sifat mereka sewaktu-waktu dapat berubah.
  • Tokoh utama yang berkuasa atas jalannya cerita.
  • Tokoh ‘major’ tidak selalu menjadi tokoh utama.
  • Tokoh sentral adalah tokoh utama dibagi lagi menjadi dua yaitu, protagonis dan antagonis.
  • Biasanya ada beberapa tokoh dalam sebuah cerita, namun untuk tokoh utama biasanya hanya ada satu.
  • Tokoh Major biasanya yang tokoh bulat.
    • Contoh: Hasan dalam buku Atheis

2. Tokoh Periferal/ Pembantu

  • Terkadang tokoh periferal adalah tokoh yang membantu tokoh utama untuk melawan tokoh antagonis
  • Tokoh periferal adalah tokoh yang membantu jalannya sebuah cerita, tetapi tidak selalu menjadi sebuah sorotan.
  • Untuk tokoh bawahan dibagi menjadi dua juga yaitu, tambahan dan andalan.
  • Tokoh pembantu atau periferal adalah tokoh yang statis sehingga sepanjang cerita, karakter tersebut tidak akan mengalami perubahan.
  • Tokoh periferal hanyalah pembantu atau yang mendukung tokoh utama.
  • Kehadiran tokoh periferal pun dapat mengambil perhatian penonton.

Contoh: Rusli dan Kartini dalam buku Atheis.

3. Tokoh Antagonis dan Protagonis

Tokoh protagonis

  • Menurut tema tradisional: Tokoh yang berkarakter positif.
  • Karena berkembangnya sastra:
  • Tokoh utama dalam cerita yang diceritakan untuk menjadi pusat perhatian pembaca.
  • Tidak harus ‘baik’.
  • Biasanya diklasifikasikan menjadi tokoh bulat.
  • Tokoh yang mengangkat tema.
  • Tokoh yang harus selalu ada sampai terakhir.

Contoh:

Teto dalam buku Burung- Burung Manyar merupakan tokoh protagonis walaupun dirinya melawan Republik Indonesia. Hal ini dikarenakan pengarang menceritakan secara detail sudut pandang Teto, sehingga pembaca dapat mengerti dan memaklumi tindakan-tindakan yang diambil Teto.

Tokoh antagonis

  • Menurut tokoh tradisional: Tokoh yang berkarakter negatif .
  • Karena berkembangnya sastra:
  • Tokoh yang memberi konflik pada tema  utama dan berlawanan dengan karakter protagonis.
  • Tokoh yang menyebabkan permasalahan utama dalam cerita.
  • Tokoh antagonis tidak selalu ‘jahat’.
  • Seseorang atau suatu keadaan yang tidak menguntungkan tokoh utama.
  • Tokoh antagonis tidak selalu digambarkan dengan seseorang bisa juga digambarkan sebagai keadaan yang tidak menguntungkan bagi tokoh utamanya. Contoh: kematian, sakit dll.
  • Konflik dapat juga disebabkan oleh diri sendiri.

Contoh:

a. Anwar, karena dalam buku ‘Atheis’, Anwar merupakan orang yang mempengaruhi Hasan dan merupakan salah satu faktor pecahnya rumah tangga Hasan dengan Kartini

b. Kepergian Ibu Teto dalam buku ‘Burung- Burung Manyar’

4. Tokoh Flat dan Round

·         Tokoh Datar

  • Diceritakan dari satu segi watak saja, bersifat statis, jarang berubah karakternya, kadang sama sekali tidak berubah.
  • Tokoh datar disebut juga tokoh sederhana dan tokoh pipih.
  • Tokoh datar: tidak memberikan kejutan.
  • Tidak banyak detail yang menjelaskan tokoh datar sehingga mudah untuk diklasifikasi.
  • Kebanyakan tokoh minor atau tokoh pembantu merupakan tokoh datar.
  • Tokoh flat jarang berubah atau tidak berubah sama sekali dalam cerita.
  • Berkembang hanya dari satu ide dan tidak berubah sampai cerita selesai.
  • Hanya memiliki satu kepribadian tertentu; bersifat flat, datar, steorotip, monoton dan hanya menampakan satu karakter.
  • Tindakan-tindakan dan perilaku tokoh datar mencerminkan satu karakter yang dimilikinya.
  • Mudah diklasifikasi dan dimengerti oleh pembaca.
  • Pengarang mengunakan tokoh-tokoh datar untuk memfokuskan pikiran pembaca ke karakter bulat.
  • Contoh:
  • Kartun, kancil, animasi
  • Rusli dalam buku ‘Atheis’ merupakan tokoh datar karena dengan kepercayaan dan kepintaranya, ia dapat mempengaruhi Hasan yang merupakan tokoh utama.

·         Tokoh Bulat

  • Tokoh yang semua wataknya diungkapkan. Sangat dinamis dan mengalami banyak perubahan watak.
  • Disebut juga tokoh komplek atau tokoh bundar.
  • Merupakan tokoh yang berkembang.
  • Lebih mencerminkan kehidupan manusia yang sebenarnya, sebagaimana kehidupan manusia tidaklah monoton.
  • Memiliki banyak detail karakter, baik maupun buruk.
  • Tidak mudah untuk di klasifikasi karena banyak perubahan.
  • Kebanyakan tokoh utama mayor merupakan tokoh bulat sehingga memungkinkan tokoh protagonis memiliki unsur tokoh antagonis.
  • Harus bisa memberikan ‘kejutan’ dalam cara yang meyakinkan.
  • Bila tokoh tidak memberikan ‘kejutan’ pada pembaca maka tokoh tersebut merupakan tokoh datar.
  •  Tokoh bulat ada yang baik dan ada yang jahat.
  • Perubahan tokoh bulat harus dapat dipertanggung jawabkan dan memiliki alasan.
  • Tujuan, ambisi dan nilai-nilai mereka berubah-ubah seiiring berjalannya cerita.
  • Sikapnya berubah tergantung dengan hasil dari kejadian-kejadian yang terjadi pada dirinya.

Contoh:

Teto dalam buku ‘Burung- Burung Manyar’ merupakan tokoh bulat seiring dengan berubahnya perasaan yang dimilikinya terhadap Republik Indonesia.

Hasan dalam buku ‘Atheis’ merupakan tokoh bulat karena berubahnya pendirian mengenai kepercayaan yang dimilikinya.

sumber

One thought on “Pengertian Tokoh dan Penokohan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>