Unsur Intrinsik Cerita Pendek (Cerpen)

Unsur intrinsik  menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra; unsur-unsur yang yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra.

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra.
Unsur intrinsik cerpen :

1) tema
Tema adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita atau gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya. Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita sehingga bersifat menjiwai keseluruhan cerita.

2) alur
Plot atau alur adalah urutan peristiwa yang merupakan dasar terciptanya sebuah cerita. Cerita bergerak dari satu peristiwa ke peristiwa yang lain. Masing-masing peristiwa itu disusun secara runtut, utuh dan saling berhubungan sehingga membangun plot.

3) penokohan atau perwatakan
Penokohan merupakan salah satu unsur dalam cerita yang menggambarkan keadaan lahir maupun batin seseorang atau pelaku. Istilah tokoh merujuk pada orang atau pelaku cerita. Watak, perwatakan, dan karakter, menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh.

4) latar
Latar, atau biasa disebut dengan setting, merujuk kepada pengertian tempat¸ hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar memberikan kesan realistis kepada pembaca. Latar dibedakan dalam tiga unsur pokok yaitu tempat, waktu dan sosial. Latar tempat merujuk pada lokasi terjadinya peristiwa, latar waktu berhubungan dengan masalah kapan peristiwa terjadi, dan latar sosial mengacu kepada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat dalam cerita.

5) sudut pandang atau point of view
Sudut pandang, atau point of view, adalah cara atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca (Abrams, dalam Burhan Nurgiantoro, 1995: 248).
Sudut pandang atau point of view penceritaan dapat dibedakan atas tiga macam, masing-masing: (1) sudut pandang orang pertama; pengarang sebagai aku (gaya akuan) Dalam hal ini, pengarang dapat bertindak sebagai omnicient (serba tahu) dan dapat juga sebagai limited (terbatas), (2) pengarang sebagai orang ketiga (gaya diaan). Dalam hal ini, pengarang dapat bertindak sebagai omniscient (serba tahu) dan dapat juga bertindak limited (terbatas), (3) point of view gabungan, artinya pengarang menggunakan gabungan dari gaya bercerita pertama dan kedua.

6) amanat
Amanat adalah suatu ajaran moral yang ingin disampaikan pengarang.
amanat dapat disampaikan secara tersurat dan tersirat. Tersurat artinya pengarang menyampaikan langsung kepada pembaca melalui kalimat, baik berupa keterangan pengarang atau pun berbentuk dialog pelaku. Seorang pengarang, dalam karyanya, tidak hanya sekedar ingin memgungkapkan gagasannya, tetapi juga mempunyai maksud tertentu atau pesan tertentu yang ingin disampaikan kepada pembaca. Pesan tertentu itulah yang disebut amanat.

One thought on “Unsur Intrinsik Cerita Pendek (Cerpen)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>